• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Alja Yusnadi
  • Beranda
  • Tentang AY
  • Tentang Situs
  • Daftar Isi
    • CePAY
    • Desa AY
      • BUMDesa
      • Profil Desa
      • Tokoh Desa
    • Feature AY
    • Galery AY
    • Haba AY
    • Jak AY
    • Kolom AY
    • Mata AY
    • Rumeh AY
    • Sahabat AY
    • Wawancara AY
  • Kontak AY
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Tentang AY
  • Tentang Situs
  • Daftar Isi
    • CePAY
    • Desa AY
      • BUMDesa
      • Profil Desa
      • Tokoh Desa
    • Feature AY
    • Galery AY
    • Haba AY
    • Jak AY
    • Kolom AY
    • Mata AY
    • Rumeh AY
    • Sahabat AY
    • Wawancara AY
  • Kontak AY
No Result
View All Result
Alja Yusnadi
No Result
View All Result
Home Kolom AY

Selamat Datang (Kembali) Bupati Mirwan

Alja Yusnadi by Alja Yusnadi
Maret 10, 2026
in Kolom AY
0
Selamat Datang (Kembali) Bupati Mirwan

Mirwan

0
SHARES
54
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Alja Yusnadi

Berakhir sudah pembinaan yang dilakukan oleh Kementrian Dalam Negeri terhadap Bupati Mirwan atas persoalan Anda sudah tahu itu. Kembalinya Bupati Mirwan harus menjadi titik balik  bagi arah pemerintahan di Aceh Selatan. Masih ada sisa masa jabatan empat tahun lagi. Mirwan mewarisi kepemimpinan dengan berbagai persoalan. Mulai dari hutang daerah yang sudah menumpuk; tatakelola pemerintahan yang tidak stabil, pelayanan dasar yang belum maksimal, hingga indikator makroekonomi yang tidak begitu menggembirakan.

Saya tidak tahu, apakah Mirwan sepenuhnya mengetahui kondisi Aceh Selatan ini. Yang jelas, Mirwan bertanggungjawab dalam periode kepemimpinannya Bersama Baital Mukadis terhadap perbaikan Aceh Selatan.

Kepemimpinan Mirwan membawa semangat baru, bagaikan obor di Tengah malam yang remang. Banyak masyarakat menitipkan harapan kepada  Mirwan, dan karena itu pula dia berhasil menumbangkan calon petahana pada pilkada 2024 lalu.

Setelah dilantik, satu-persatu persoalan mulai muncul kepermukaan. Rupanya, semangat personal tidak cukup dalam mengelola pemerintahan. Tim yang solid-lebih tepatnya birokrat yang solid menjadi faktor utama. Baru mulai menatap, trade-off terjadi. Mirwan harus “menepi” Selama tiga bulan. Selama itu pula, menurut amatan saya, tatakelola pemerintahan seperti kehilangan arah. Birokrasi berjalan sendiri-sendiri tanpa orkestrasi yang rapi.

Konsolidasi birokrasi menjadi titik fokus kelemahan selama ini. Ibaratnya mesin, sebagus apapun mereknya, jika tidak diikuti oleh kinerja komponen di bawahnya, ide besar itu akan tidak akan jalan.

Untuk mengefektifkan kinerja birokrasi, yang pertama sekali adalah mendefenitifkan Sekretaris Daerah (Sekda). Setelah ditinggalkan oleh Cut Sazalisma, sudah beberapa kali jabatan itu di pelaksana tugas-kan.

Sekda adalah pejabat pemegang kendali birokrasi. Kepala Daerah boleh saja memeliki gagasan cemerlang untuk memajukan daerahnya, namun tanpa disokong oleh kinerja birokrasi yang sepadan pencapaian tersebut akan tersendat. Ibaratnya lari estapet, Bupati dan Birokrasi harus sama kencangnya.

Kedepan, siapun yang akan ditunjuk menjadi Sekda nantinya, tentunya harus memiliki pengaruh yang luas terhadap birokrasi di bawahnya. Prasyaratnya adalah memiliki pengalaman dalam mengelola birokrasi. Harus sudah pernah menjabat eselon II di Satuan Kerja Pemerintah Kabupaten dengan beban kerja yang besar.

Sekda adalah jembatan yang menghubungkan Kepada Daerah dengan Kepala SKPK, dia juga jangkar. Sekda harus kuat, strong leadership.

Beres Sekda, Langkah berikutnya adalah mengembalikan fungsi asisten. Asisten itu yang membantu sekda dalam mengkoordinasikan program dan kegiatan, seperti Menko-lah lebih kurang. Bupati Mirwan harus mengubah “imej”, asisten itu bukan tempat parkir birokrat tua menjelang pensiun. Asisten harus ditempatkan birokrat yang masih segar, yang memiliki daya jelajah yang tinggi. Demikian juga dengan staf ahli. Berikan mereka beban dantanggung jawab.

Sekda, Asisten I, Asisten III, Asisten II, staf ahli. Beres itu semua, perkuat BAPPEDA, BPKD, Inspektorat.

Bappeda adalah dapur perencanaan. Mimpi Pembangunan daerah yang sering di sampaikan pada saat kampanye harus diterjemahkan secara teknokratik oleh BAPPEDA. Beriringan dengan itu, keberadaan BPKD juga sangat vital. Perencanaan Pembangunan harus selaras dengan kekuatan fiscal. BPKD bukan hanya mengelola, dia juga merencanakan pendapatan. Sejalan dengan itu, peran Inspektorat juga sangat penting. Inspektorat ini menjalankan fungsi evaluator, internal.

BAPPEDA-BPKD-Inspektorat adalah trisula. Perencanaan-Keuangan-Pengawasan internal. Ke tiga isntansi ini harus diisi oleh birokrat yang kompeten bukan inpoten. Memiliki kapastias-integritas-loyalitas.

Berikutnya, dengan alasan efektivitas dan efisiensi, Bupati Mirwan harus segera mendefenitifkan seluruh jajarannya. Kita sudah menghabiskan setahun pertama dalam situasi birokrasi pelaksana tugas. Di tahun kedua ini perangkat kerja sudah terbentuk.

Retorika Maju dan Produktif harus kita atur ulang. Pilih beberapa program strategis yang akan kita urus dalam sisa masa jabatan ini. Saran saya, fokus saja pada peningkatan layanan Kesehatan, Pendidikan, dan pelayanan administrasi.

Selasa, 10 Maret, Bupati Mirwan memilih untuk melaksanakan apel gabungan Bersama para ASN sebagai hari pertamanya. Harapan kita, selama empat tahun kedepan terjadi perbaikan di Aceh Selatan. Selamat Bekerja Bupati Mirwan.

 

 

 

 

 

 

 

Previous Post

DPRA Dukung Langkah Pansus DPRK Aceh Selatan Cabut Izin PT Asdal Prima Lestari

Next Post

DPRK Desak Aparat Hukum Tindak Penimbun BBM

Alja Yusnadi

Alja Yusnadi

Related Posts

Fokus Tiktok
Kolom AY

Fokus Tiktok

Januari 5, 2026
Co-alescere
Kolom AY

Co-alescere

Januari 3, 2026
DPRK Aceh Selatan Usul BUMD Ambil Alih Tambang Usai Dihentikan Bupati
Kolom AY

2026

Januari 3, 2026
Kopi Gayo: Jejak Sejarah, Warung Kopi, hingga Identitas Orang Aceh
Desa AY

Kopi Gayo: Jejak Sejarah, Warung Kopi, hingga Identitas Orang Aceh

Juli 10, 2024
Pecco Juara
Kolom AY

Pecco Juara

Juli 10, 2024
Ilustrasi: Pantau.com
Kolom AY

Mendag Goreng Sawit

Juli 10, 2024
Next Post
DPRK Desak Aparat Hukum Tindak Penimbun BBM

DPRK Desak Aparat Hukum Tindak Penimbun BBM

Resen Postingan

DPRK Desak Aparat Hukum Tindak Penimbun BBM

DPRK Desak Aparat Hukum Tindak Penimbun BBM

Maret 10, 2026
Selamat Datang (Kembali) Bupati Mirwan

Selamat Datang (Kembali) Bupati Mirwan

Maret 10, 2026
DPRA Dukung Langkah Pansus DPRK Aceh Selatan Cabut Izin PT Asdal Prima Lestari

DPRA Dukung Langkah Pansus DPRK Aceh Selatan Cabut Izin PT Asdal Prima Lestari

Maret 6, 2026
Alja Yusnadi : IUP PT Asdal Prima Lestari Bisa Dicabut Jika Tak Penuhi Kewajiban Kebun Plasma

Alja Yusnadi : IUP PT Asdal Prima Lestari Bisa Dicabut Jika Tak Penuhi Kewajiban Kebun Plasma

Februari 26, 2026
Pansus Apresiasi Sikap Plt Bupati Aceh Selatan 

Pansus Apresiasi Sikap Plt Bupati Aceh Selatan 

Februari 26, 2026
Alja Yusnadi : Ukom JPT Harus Profesional dan Terbuka

Alja Yusnadi : Ukom JPT Harus Profesional dan Terbuka

Februari 7, 2026
Alja Yusnadi

© 2024 Alja Yunadi - Rumah Menulis AY theme by Eza.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Tentang AY
  • Tentang Situs
  • Daftar Isi
    • CePAY
    • Desa AY
      • BUMDesa
      • Profil Desa
      • Tokoh Desa
    • Feature AY
    • Galery AY
    • Haba AY
    • Jak AY
    • Kolom AY
    • Mata AY
    • Rumeh AY
    • Sahabat AY
    • Wawancara AY
  • Kontak AY

© 2024 Alja Yunadi - Rumah Menulis AY theme by Eza.