• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Alja Yusnadi
  • Beranda
  • Tentang AY
  • Tentang Situs
  • Daftar Isi
    • CePAY
    • Desa AY
      • BUMDesa
      • Profil Desa
      • Tokoh Desa
    • Feature AY
    • Galery AY
    • Haba AY
    • Jak AY
    • Kolom AY
    • Mata AY
    • Rumeh AY
    • Sahabat AY
    • Wawancara AY
  • Kontak AY
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Tentang AY
  • Tentang Situs
  • Daftar Isi
    • CePAY
    • Desa AY
      • BUMDesa
      • Profil Desa
      • Tokoh Desa
    • Feature AY
    • Galery AY
    • Haba AY
    • Jak AY
    • Kolom AY
    • Mata AY
    • Rumeh AY
    • Sahabat AY
    • Wawancara AY
  • Kontak AY
No Result
View All Result
Alja Yusnadi
No Result
View All Result
Home Kolom AY

Rangga, Merangga

Alja Yusnadi by Alja Yusnadi
Oktober 13, 2020
in Kolom AY, Mata AY
0
Rangga

Rangga (Ilustrasi: aljayusnadi.com)

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Alja Yusnadi

Pahlawan itu bisa datang dari mana saja, dari lubang kecil sekalipun. Pahlawan itu soal perjuangan. Pahlawan itu yang gagah berani. Pahlawan itu yang mau berkorban.

Setiap masa pasti menyisakan kisah-kisah heroik, menyediakan ruang untuk pahlawan. Pahlawan lahir bukan hanya di medan perang. Di mana saja selalu memberikan ruang bagi kita untuk memilih: menjadi pahlawan atau pecundang.

Pahlawan itu pilihan. Dan, jalan itulah yang dipilih Rangga, anak-laki-laki berusia 9 tahun.

Rangga bukan pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan negara. Tetapi, Rangga adalah pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan keluarganya, memebebaskan Ibunya dari seorang predator seks.

Tubuh mungil itu harus takluk dibawah tajamnya samurai. Dihujam berpuluh kali, hampir disetiap bagian tubuhnya.

Rangga, berduel dengan seorang laki-laki bejat yang mencoba memperkosa ibunya.

Ini bukan duel seimbang. Rangga melawan dengan tangan kosong. Manusia biadab—lawannya itu—menggunakan samurai.

Entah apa yang ada dibenak residivis itu. Tega menghujam samurai ke tubuh Rangga untuk memuaskan nafsu binatangnya. Barangkali, binatangpun tidak sekeji Samsul.

Samsul adalah residivis, keluar penjara lebih cepat karena Korona—kebijakan Kemenkumham.

Harusnya, tahanan yang memiliki rekam jejak seperti Samsul tidak usah diberikan keringanan. Bebasnya membuat orang musibah.

Saya tidak mengenal Rangga, tidak pernah berjumpa. Keberanian dan kegigihannya mendorong saya untuk menulis tentang Rangga, di ruang aljayusnadi.com ini.

Ini bukan soal menang-kalah. Bagi Rangga—setidaknya menurut saya—ini adalah soal sikap. Soal keberpihakan. Yang kalau kita diposisi itu, belum tentu mengambil sikap seberani Rangga, melawan.

Kisah itu mirip dengan seekor semut memadamkan api. Hitungan logisnya, tidak mungkin air yang diangkut semut itu mampu memadamkan kobaran api yang menggunung. Bagi semut, ini bukan soal padam atau tidak. Jauh lebih penting dari itu: sikap.

Rangga telah bersikap dan sedang mengajarkan kita soal itu. Rangga telah mengorbankan nyawanya untuk menjaga kehormatan keluarganya.

Jalan sunyi itu telah dipilih Rangga.

Apa yang tersisa? Ini adalah salah satu potret buram dari lemahnya perlindungan negara kepada masyarakat. Kepedihan yang tidak berperi terhadap perempuan dan anak. Negara gagal melindungi mereka.

Kiranya, hukuman matipun hampir tak pantas atas perlakuan bejat pelaku. Hukum harus ditegakkan.

Rangga telah pergi. Selama-lamanya. Rangga telah berlindung di sisi Yang Maha Kuasa..

Berani melawan, membela kebenaran, menegakkan kehormatan keluarga: Rangga. Tidak berlebihan kiranya, sikap seperti ini kita sebut dengan Merangga…[Alja Yusnadi]

Previous Post

Duet Menko

Next Post

Siapa Penghambat Pelantikan Nova?

Alja Yusnadi

Alja Yusnadi

Related Posts

Ketua Pansus DPRK Aceh Selatan : PT Asdal Kangkangi Keputusan Gubernur Aceh
Mata AY

Ketua Pansus DPRK Aceh Selatan Tuding : PT Asdal Kangkangi Keputusan Gubernur Aceh

Januari 24, 2026
Fokus Tiktok
Kolom AY

Fokus Tiktok

Januari 5, 2026
Co-alescere
Kolom AY

Co-alescere

Januari 3, 2026
DPRK Aceh Selatan Usul BUMD Ambil Alih Tambang Usai Dihentikan Bupati
Kolom AY

2026

Januari 3, 2026
Kopi Gayo: Jejak Sejarah, Warung Kopi, hingga Identitas Orang Aceh
Desa AY

Kopi Gayo: Jejak Sejarah, Warung Kopi, hingga Identitas Orang Aceh

Juli 10, 2024
Pecco Juara
Kolom AY

Pecco Juara

Juli 10, 2024
Next Post
Ilustrasi surat mengendap

Siapa Penghambat Pelantikan Nova?

Resen Postingan

Alja Yusnadi : Ukom JPT Harus Profesional dan Terbuka

Alja Yusnadi : Ukom JPT Harus Profesional dan Terbuka

Februari 7, 2026
Pansus DPRK Aceh Selatan Laporkan PT Asdal ke Kementerian ATR/BPN dan Komisi IV DPR RI

Pansus DPRK Aceh Selatan Laporkan PT Asdal ke Kementerian ATR/BPN dan Komisi IV DPR RI

Februari 6, 2026
Alja Yusnadi Rayakan HUT Partai Gerindra Bersama Kader dan Simpatisan

Alja Yusnadi Rayakan HUT Partai Gerindra Bersama Kader dan Simpatisan

Februari 6, 2026
Sambut HUT ke 18 ,DPC Partai Gerindra Aceh Selatan Gelar Kegiatan “Saweu Syedara”

Sambut HUT ke 18 ,DPC Partai Gerindra Aceh Selatan Gelar Kegiatan “Saweu Syedara”

Februari 4, 2026
Peringati HUT ke 18, Partai Gerindra Aceh Selatan Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Peringati HUT ke 18, Partai Gerindra Aceh Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Februari 4, 2026
Peringati HUT ke 18, Partai Gerindra Aceh Selatan Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Dalam Rangka Hut ke 18, Partai Gerindra Aceh Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Februari 4, 2026
Alja Yusnadi

© 2024 Alja Yunadi - Rumah Menulis AY theme by Eza.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Tentang AY
  • Tentang Situs
  • Daftar Isi
    • CePAY
    • Desa AY
      • BUMDesa
      • Profil Desa
      • Tokoh Desa
    • Feature AY
    • Galery AY
    • Haba AY
    • Jak AY
    • Kolom AY
    • Mata AY
    • Rumeh AY
    • Sahabat AY
    • Wawancara AY
  • Kontak AY

© 2024 Alja Yunadi - Rumah Menulis AY theme by Eza.