• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Alja Yusnadi
  • Beranda
  • Tentang AY
  • Tentang Situs
  • Daftar Isi
    • CePAY
    • Desa AY
      • BUMDesa
      • Profil Desa
      • Tokoh Desa
    • Feature AY
    • Galery AY
    • Haba AY
    • Jak AY
    • Kolom AY
    • Mata AY
    • Rumeh AY
    • Sahabat AY
    • Wawancara AY
  • Kontak AY
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Tentang AY
  • Tentang Situs
  • Daftar Isi
    • CePAY
    • Desa AY
      • BUMDesa
      • Profil Desa
      • Tokoh Desa
    • Feature AY
    • Galery AY
    • Haba AY
    • Jak AY
    • Kolom AY
    • Mata AY
    • Rumeh AY
    • Sahabat AY
    • Wawancara AY
  • Kontak AY
No Result
View All Result
Alja Yusnadi
No Result
View All Result
Home Sahabat AY

Gemerlap Danantara

Alja Yusnadi by Alja Yusnadi
Maret 17, 2025
in Sahabat AY
0
Dahlan Iskan (Sumber: Disway.id)

Dahlan Iskan (Sumber: Disway.id)

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

Ini keputusan tepat: lokasi pembangunan kilang BBM yang baru berada di Pulau Pemping. Bukan di Tuban, Jatim atau tempat lainnya.

Pulau Pemping lebih dekat ke Singapura daripada ke daerah induknya, Batam. Luasannya pun pas: 160 km2. Ukuran pulaunya sekitar 10 x 15 km. Penduduknya hanya 1000 orang.

Saya bisa membacanya: ini sekalian untuk pertahanan negara. Agar eksistensi Indonesia di kawasan itu kian kuat.

Secara logistik posisi pulau Pemping juga tepat: di jalur pelayaran kapal-kapal besar. Anda sudah tahu: kita harus impor minyak mentah untuk bahan baku kilang besar. Pun bila kilang itu dibangun di Jawa atau tempat lain.

Tentu Sabang juga lokasi yang sangat tepat. Sudah punya pelabuhan yang besar dan dalam yang praktis terus menjanda. Juga di jalur pelayaran internasional.

Bahwa pilihannya di Pemping tentu sudah dipertimbangkan dari berbagai sisi.
Maka dengan membangun kilang besar di Pemping, crude dari Timur Tengah akan langsung ke situ. Efisien. Bisa menggunakan tanker raksasa.

Bersamaan dengan itu akan dibangun tangki-tangki untuk menampung crude.
Di pulau lain lagi: Pulau Senipah. Letaknya lebih dekat lagi ke Singapura. Boleh dikata Senipah adalah pulau terdekat dengan Singapura. Benar-benar hanya sepelemparan batu. Kalau Anda naik kapal cepat dari Batam ke Singapura Anda pasti melihat pulau ini di kiri Anda.

Pulau ini tidak berpenduduk. Hanya petugas TNI-AL yang ada di sana. Luasnya berubah-ubah: kalau laut lagi surut bisa 6 km2. Lebarnya sekitar 2 km, panjangnya 3 km. Tapi kalau laut lagi pasang, luas daratannya tinggal 3 km.

Tentu cukup untuk membangun tangki-tangki minyak mentah. Lalu dihubungkan dengan pipa bawah laut. Dari sini minyak mentah dialirkan ke kilang di Pulau Pemping.
Siapa tahu luas pulau Senipah bisa dipermanenkan: saat pasang pun bisa tetap 6 km2. Caranya: ikut cara Singapura. Pantai dangkalnya direklamasi.

Dari mana dana pembangunan kilang baru itu? Bukankah diperlukan dana lebih Rp 100 triliun?
Yang saya baca dari media: Danantara yang akan mendanainya.

Soal dana ini saya pun ingat: pernah terlibat dalam rapat kecil pembangunan kilang besar. Hanya sebagai figuran. Fungsi saya tidak lebih dari “orang yang harus hadir”.

Proyek itu dibahas sangat detil. Kesulitan terbesar adalah dari mana dapat uang begitu untuk membangunnya.

Keuangan Pertamina pasti tidak mampu. APBN tidak bisa mengalokasikan proyek sebesar itu. Kalah prioritas dengan kebutuhan lain.

Kadang soal prioritas itu seperti paradoks: toh banyak proyek lain yang kurang tepat. Yang hanya membuat ICOR kita tidak baik. Kalau saja bisa dilakukan penghematan di banyak kementerian uang sebesar itu kecil. Apalagi kalau dilihat dari angka korupsi.

Sejak awal kecenderungannya memang harus pakai dana investor. APBN harus lebih fokus untuk rakyat. Tapi mencari investor tidak mudah. Bukan soal besarnya biaya tapi tipisnya margin yang didapat. IRR kilang itu, kesimpulan rapat tersebut, sangat rendah. Hanya enam. Investor baru tertarik kalau IRR-nya 12. Setidaknya 10. Kalau IRR-6 mending Anda taruh uang di saham atau di deposito.

Tentu Danantara tahu itu. Ia tahu kini harus memasuki bisnis dengan risiko tinggi yang IRR-nya rendah. Tapi dengan mendanai proyek ini hasilnya nyata: Presiden Prabowo bisa memenuhi program utamanya di bidang ketahanan energi. Indonesia langsung bisa swasembada BBM –enam tahun lagi. Apalagi kalau pemakaian BBM terus menurun oleh maraknya mobil listrik.

Manakala proyek kilang itu nanti jadi, tentu pemandangan malam di jalur ferry Batam-Singapura akan berubah: gemerlapan. Biasanya sampai di posisi pulau Pemping laut Indonesia terasa gelap. Dalam kegelapan itu kita bisa melihat Singapura yang mandi cahaya.

Salah satunya cahaya terang dari kilang BBM ukuran besar milik Singapura –sumber impor BBM kita sejak Anda belum dilahirkan ke dunia. (Dahlan Iskan)

Sumber: https://disway.id/catatan-harian-dahlan/862121/gemerlap-danantara

Previous Post

Kongres Luar Biasa

Next Post

BI: Total Factor Productivity Harus Naik untuk Capai Pertumbuhan 8 Persen

Alja Yusnadi

Alja Yusnadi

Related Posts

Rehabilitasi Agribisnis Kopi Gayo
Sahabat AY

Rehabilitasi Agribisnis Kopi Gayo

Januari 5, 2026
Mengenai Lebih Dekat Alja Yusnadi, Anggota DPRK Aceh Selatan Dari Partai Gerindra
Sahabat AY

Mengenai Lebih Dekat Alja Yusnadi, Anggota DPRK Aceh Selatan Dari Partai Gerindra

Januari 3, 2026
BI: Total Factor Productivity Harus Naik untuk Capai Pertumbuhan 8 Persen
Sahabat AY

BI: Total Factor Productivity Harus Naik untuk Capai Pertumbuhan 8 Persen

Maret 17, 2025
Bayu Krisnamukthi
Sahabat AY

Tujuh Keajaiban Teknologi Pertanian

Juli 27, 2021
Bayu Krisnamukthi
Sahabat AY

“Yang Banyak Menderita”

Juli 1, 2021
Bayu Krisnamukthi
Sahabat AY

‘Alam Takambang Menjadi Guru’

Juni 12, 2021
Next Post
BI: Total Factor Productivity Harus Naik untuk Capai Pertumbuhan 8 Persen

BI: Total Factor Productivity Harus Naik untuk Capai Pertumbuhan 8 Persen

Resen Postingan

Pansus DPRK Aceh Selatan Periksa Perizinan dan Dampak Lingkungan PKS

Pansus DPRK Aceh Selatan Periksa Perizinan dan Dampak Lingkungan PKS

Januari 14, 2026
DPRK Aceh Selatan Gelar Rapat dengan BPKD Terkait Utang,Ini Hasilnya

DPRK Aceh Selatan Gelar Rapat dengan BPKD Terkait Utang,Ini Hasilnya

Januari 14, 2026
Pansus DPRK Akan Cek Perkebunan Opersional di Aceh Selatan

Pansus DPRK Akan Cek Perkebunan Opersional di Aceh Selatan

Januari 12, 2026
Pansus DPRK Aceh Selatan Sorot Izin, Amdal dan CSR Perusahaan Perkebunan, Besok Turun Lapangan

Pansus DPRK Aceh Selatan Sorot Izin, Amdal dan CSR Perusahaan Perkebunan, Besok Turun Lapangan

Januari 12, 2026

Anggota DPRK Dorong Pemkab Lanjutkan Pembahasan Penanggulangan Banjir di Aceh Selatan

Januari 10, 2026
Alja Yusnadi  Canangkan Pantai Cemara Gunung Terbang Sebagai Destinasi Wisata Unggulan

Alja Yusnadi : Sikap DPRK Aceh Selatan Mengacu Kepada Aturan dan Perundang-undangan

Januari 10, 2026
Alja Yusnadi

© 2024 Alja Yunadi - Rumah Menulis AY theme by Eza.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Tentang AY
  • Tentang Situs
  • Daftar Isi
    • CePAY
    • Desa AY
      • BUMDesa
      • Profil Desa
      • Tokoh Desa
    • Feature AY
    • Galery AY
    • Haba AY
    • Jak AY
    • Kolom AY
    • Mata AY
    • Rumeh AY
    • Sahabat AY
    • Wawancara AY
  • Kontak AY

© 2024 Alja Yunadi - Rumah Menulis AY theme by Eza.