• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Alja Yusnadi
  • Beranda
  • Tentang AY
  • Tentang Situs
  • Daftar Isi
    • CePAY
    • Desa AY
      • BUMDesa
      • Profil Desa
      • Tokoh Desa
    • Feature AY
    • Galery AY
    • Haba AY
    • Jak AY
    • Kolom AY
    • Mata AY
    • Rumeh AY
    • Sahabat AY
    • Wawancara AY
  • Kontak AY
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Tentang AY
  • Tentang Situs
  • Daftar Isi
    • CePAY
    • Desa AY
      • BUMDesa
      • Profil Desa
      • Tokoh Desa
    • Feature AY
    • Galery AY
    • Haba AY
    • Jak AY
    • Kolom AY
    • Mata AY
    • Rumeh AY
    • Sahabat AY
    • Wawancara AY
  • Kontak AY
No Result
View All Result
Alja Yusnadi
No Result
View All Result
Home Mata AY

Ketika Bu Nova Mencerca Pak Nova

Alja Yusnadi by Alja Yusnadi
September 26, 2020
in Mata AY
0
Suasan Ruang Sidang Paripurna DPRA

Suasana Sidang Paripurna Interpelasi DPRA (Foto: Kumparan)

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Alja Yusnadi

Bu Nova kali ini bukanlah Dyah atau Yunita. Dia adalah Nova Zahara, anggota DPRA dari fraksi PKS. Nova memperkenalkan diri sebagai Ibu Nova,”Perkenalkan Pak Nova, saya Ibu Nova.” Pak Nova yang dimaksud adalah Nova Iriansyah, Plt. Gubernur Aceh.

Nova Zahara hendak menanggapi jawaban Nova Iriansyah—terkait jawaban interpelasi–. Tentu maksudnya Bu Nova itu bukan istri Nova Iriansyah, hanya karena sama-sama bernama Nova.

Sidang paripurna DPRA yang berlangsung Jumat (25/9) dengan agenda jawaban Plt. Gubernur Aceh terhadap interpelasi anggota DPRA berlangsung alot. Anggota Dewan silh berganti interupsi, Nova Zahara salah satunya.

Bu Nova, merupakan anggota DPRA Pengganti Antar Waktu (PAW)—dilantik pertengahan Juni 2020. Dia menggantikan Suryani yang mengundurkan diri karena sakit—kemudian hari meninggal dunia.

Perolehan suara caleg PKS di dapil 7—meliputi Aceh Tamiang dan Langsa—memang sangat merata. Bayangkan, dari total sekitar 14.200 suara, Suryani memperoleh sekitar 2.416 suara di urutan pertama dan Nova Zahara memperoleh sekitar 1.900 suara di urutan kedua. Dua-duanya perempuan.

Sebagai pendatang baru di Daud Beureueh, ternyata Bu Nova cukup bernyali untuk mengemukakan pendapat di dalam sidang paripurna DPRA yang turut dihadiri Forkopimda.

Soal isi? Saya kira kita bisa berbeda pendapat. Tidak semua yang disampaikan Bu Nova on the track, sesuai dengan materi persidangan. Lihat saja, di saat Bu Nova menyarankan Pak Nova untuk melanjutkan kuliah jurusan komunikasi. Samasekali tidak ada relevansinya dengan materi interpelasi itu.

Disitu saya lihat kebesaran jiwa Pak Nova, mendapat “ejekan” dari politisi kemarin sore, dia hanya diam, memperhatikan dengan seksama. Sambil sesekali menganggukkan kepala.

Sebagai sesama politisi, Bu Nova tentu bukan lawan sepadan bagi Pak Nova yang telah melanglangbuana dalam jagat perpolitikan, pernah menjadi anggota DPR RI, ketua Partai Demokrat, Plt. Gubernur Aceh, dan kalau tidak ada aral melintang akan menjadi Gubernur Aceh.

Kalau kita ibaratkan MotoGP, sebagai Roky, Bu Nova mengawali start dengan cukup bagus. Mencuri perhatian penonton. Dia mencoba menikung Marck Marquez atau Valentino Rossi.

Selain menyuruh Pak Nova untuk kuliah komunikasi, Bu Nova juga menyatakan Pak Nova telah mempermalukan masyarakat Aceh. Di saat mobil Aceh memasuki Medan atau daerah lain, sudah terpampang stiker BBM bersubsidi.

Nova Zahara meminta Pemerintah Aceh mencabut kebijakan stikering itu.

Itulah satu-dua cercaan Bu Nova kepada Pak Nova.

Apakah Pak Nova akan mengikuti saran Bu Nova? Kalau untuk kuliah komunikasi saya rasa tidak…[Alja Yusnadi]

Previous Post

Gejolak Malaysia

Next Post

Tepuk Tangan di Daud Beureueh

Alja Yusnadi

Alja Yusnadi

Related Posts

Ketua Pansus DPRK Aceh Selatan : PT Asdal Kangkangi Keputusan Gubernur Aceh
Mata AY

Ketua Pansus DPRK Aceh Selatan Tuding : PT Asdal Kangkangi Keputusan Gubernur Aceh

Januari 24, 2026
Pecco Juara
Kolom AY

Pecco Juara

Juli 10, 2024
Meng-install Kewirausahaan dan Inovasi di Sektor Pertanian
Kolom AY

Meng-install Kewirausahaan dan Inovasi di Sektor Pertanian

Juli 10, 2024
Pening Jokowi
Kolom AY

Pening Jokowi

Juli 10, 2024
Nestapa Empat Pulau
Kolom AY

Nestapa Empat Pulau

Juli 10, 2024
Politisasi Lembaga Kemanusiaan
Kolom AY

Politisasi Lembaga Kemanusiaan

Juli 10, 2024
Next Post
Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah menghadiri sidang paripurna interpelasi DPRA

Tepuk Tangan di Daud Beureueh

Resen Postingan

Alja Yusnadi : IUP PT Asdal Prima Lestari Bisa Dicabut Jika Tak Penuhi Kewajiban Kebun Plasma

Alja Yusnadi : IUP PT Asdal Prima Lestari Bisa Dicabut Jika Tak Penuhi Kewajiban Kebun Plasma

Februari 26, 2026
Pansus Apresiasi Sikap Plt Bupati Aceh Selatan 

Pansus Apresiasi Sikap Plt Bupati Aceh Selatan 

Februari 26, 2026
Alja Yusnadi : Ukom JPT Harus Profesional dan Terbuka

Alja Yusnadi : Ukom JPT Harus Profesional dan Terbuka

Februari 7, 2026
Pansus DPRK Aceh Selatan Laporkan PT Asdal ke Kementerian ATR/BPN dan Komisi IV DPR RI

Pansus DPRK Aceh Selatan Laporkan PT Asdal ke Kementerian ATR/BPN dan Komisi IV DPR RI

Februari 6, 2026
Alja Yusnadi Rayakan HUT Partai Gerindra Bersama Kader dan Simpatisan

Alja Yusnadi Rayakan HUT Partai Gerindra Bersama Kader dan Simpatisan

Februari 6, 2026
Sambut HUT ke 18 ,DPC Partai Gerindra Aceh Selatan Gelar Kegiatan “Saweu Syedara”

Sambut HUT ke 18 ,DPC Partai Gerindra Aceh Selatan Gelar Kegiatan “Saweu Syedara”

Februari 4, 2026
Alja Yusnadi

© 2024 Alja Yunadi - Rumah Menulis AY theme by Eza.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Tentang AY
  • Tentang Situs
  • Daftar Isi
    • CePAY
    • Desa AY
      • BUMDesa
      • Profil Desa
      • Tokoh Desa
    • Feature AY
    • Galery AY
    • Haba AY
    • Jak AY
    • Kolom AY
    • Mata AY
    • Rumeh AY
    • Sahabat AY
    • Wawancara AY
  • Kontak AY

© 2024 Alja Yunadi - Rumah Menulis AY theme by Eza.